
Jakarta, 16 Februari 2026 – Kepala Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurjo, Kabupaten Jember, Maseran, menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Dewan Pimpinan Pusat APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Periode 2026–2031 yang digelar di Auditorium Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Senin (16/02/26).
Kegiatan bertema “Konsolidasi APDESI dalam Sinergi Asta Cita dan Panca Nusantara” ini dihadiri sekitar 1.000 peserta yang merupakan perwakilan dari 37 DPD APDESI Provinsi, 416 DPC APDESI Kabupaten, dan 18 DPC APDESI Kota se-Indonesia. Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan langkah konkret dalam mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Maseran menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama memajukan desa.
“Sesuai arahan Ketua APDESI Pusat dan juga dari jajaran kementerian, untuk memajukan desa kita harus berkolaborasi dengan instansi terkait. Desa tidak bisa berjalan sendiri,” ujar Maseran.
Ia menjelaskan bahwa di wilayah Kabupaten Jember, program MBK telah berjalan hampir 80 persen, sementara Koperasi Desa Merah Putih baru terealisasi sekitar 40–50 persen. Menurutnya, kedua program tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa.
“Kalau MBG ini bisa menampung hasil pertanian, seperti sayur, buah, beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, tentu ini sangat membantu petani. Begitu juga koperasi, ketika membutuhkan hasil pertanian, kita bisa memberdayakan petani desa,” jelasnya.
Maseran menilai sinergi antara koperasi desa dan sektor pertanian akan membuka peluang besar bagi masyarakat. Ia memastikan tidak ada kendala dalam kerja sama antar program, justru menjadi ruang kolaborasi yang saling menguatkan.
“Tidak ada masalah. Ini malah peluang besar bagi masyarakat sekitar. Yang penting kita sinergis,” tegasnya.
Sebagai organisasi yang menaungi kepala desa dan perangkat desa aktif maupun purna bakti di Indonesia, DPP APDESI berperan sebagai mitra strategis pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan desa, memperjuangkan kesejahteraan aparatur desa, serta memperkuat posisi desa dalam sistem pemerintahan nasional.
Kehadiran Kepala Desa Wonoasri dalam Rakernas ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Desa Wonoasri untuk terus aktif dalam konsolidasi nasional demi mendorong kemajuan desa yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.
