Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis DKI Jakarta menargetkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp 190 miliar pada Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Target ambisius itu disampaikan dalam konferensi pers dan soft launching Baznas Bazis Apps di Kantor Baznas/Bazis DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar menegaskan, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah individual, melainkan kekuatan sosial untuk memperkuat solidaritas dan pemberdayaan masyarakat.

‎”Kami mengusung tema ‘Dari Jakarta untuk Indonesia’. Zakat harus menjadi instrumen solidaritas umat dan penguatan sosial, terutama di bulan Ramadan,” ujar Akhmad.

‎Ia memaparkan, pada tahun sebelumnya Baznas Bazis DKI berhasil menghimpun dana sekitar Rp 86,9 miliar dan menyalurkan kepada puluhan ribu mustahik di Jakarta. Tahun ini, pihaknya optimistis capaian meningkat signifikan.

‎”Target Rp190 miliar bukan angka kecil, tetapi realistis dengan tren pertumbuhan donasi dan partisipasi masyarakat serta ASN,” katanya.

‎Untuk mencapai target tersebut, Baznas Bazis DKI menyiapkan 15 program Ramadan, termasuk sejumlah program baru. Salah satunya “Sahur Tetangga Sendiri”, yang mendorong warga berbagi dan memperkenalkan peran Baznas di lingkungan terdekat. Program lain adalah Bedah Rumah Tahfiz Al-Qur’an bagi penghafal minimal 10 juz dari keluarga prasejahtera.

‎”Kami siapkan 10 unit rumah yang akan direnovasi setelah melalui asesmen ekonomi dan hafalan,” tegas Akhmad.

‎Baznas Bazis DKI juga menyiapkan program Balik Rantau Santri, yakni fasilitasi kepulangan santri asal Jakarta yang menempuh pendidikan di luar daerah agar dapat kembali ke pesantren usai Lebaran. Selain itu, bantuan solidaritas nasional untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatra tetap berjalan melalui dapur kemanusiaan dan layanan kesehatan.

‎Wakil Ketua II Bidang Pendayagunaan Baznas Bazis DKI Jakarta, Muhammad Bahaudin menekankan, transformasi peran lembaganya.

‎”Baznas Bazis bukan lagi sekadar kotak amal, tetapi mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, instrumen stabilitas sosial perkotaan, dan motor solidaritas nasional,” ucapnya.

‎Menurut Bahaudin, program Ramadan dibagi dalam tiga klaster besar: penguatan tata kelola zakat, penguatan internal Jakarta, dan solidaritas nasional. Dalam penguatan tata kelola, Baznas Bazis akan menerbitkan surat keputusan kolektif bagi masjid, musala, sekolah, dan kampus yang menjadi amil agar memiliki legalitas resmi dalam menghimpun dan menyalurkan zakat.

‎Pada klaster penguatan internal, sejumlah program disiapkan seperti Posko Mudik di Terminal Pulo Gebang, Stasiun Pasar Senen, dan Terminal Kampung Rambutan dengan target 15.000 penerima manfaat, mudik gratis bagi penyandang disabilitas, Klinik Ngaji, gerakan bersih 100 masjid, hingga distribusi zakat fitrah kepada 100.000 penerima.

‎”Kami ingin memastikan Ramadan menghadirkan keadilan sosial dan keberkahan bagi seluruh warga, termasuk kelompok rentan,” tutur Bahaudin.

‎Melalui peluncuran Baznas Bazis Apps, masyarakat juga dipermudah dalam menunaikan zakat dan memantau penyaluran dana secara digital. Baznas Bazis DKI berharap kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan berbagai elemen masyarakat mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat solidaritas dan pemberdayaan umat di tingkat nasional.

(Red)

By Setyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *