
Jakarta – Pemilik Tenun Lurik Prasojo Klaten, Maharani Setyawan, meraih Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026 di Auditorium Kementerian Koperasi, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Tenun Lurik Prasojo dari Klaten, Jawa Tengah, mencatat pencapaian penting di tingkat nasional. Usaha tekstil tradisional ini masuk dalam daftar penerima Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026.
Pemilik Tenun Lurik Prasojo, Maharani Setyawan, SE, mengatakan penghargaan ini menjadi bukti bahwa kain tradisional mampu bertahan dan berkembang di era modern.
“Kami dari Tenun Lurik di Klaten ingin menunjukkan bahwa kain tradisional bisa naik kelas. Tenun lurik tetap bisa hidup dan relevan di masa sekarang,” ujar Maharani kepada awak media usai acara.
Ia menjelaskan, Tenun Lurik Prasojo telah berdiri sejak 1950 dan kini dikelola oleh generasi ketiga. Dari awalnya hanya berfokus pada produksi pabrik, usaha ini mulai merambah sektor ritel dan pasar ekspor.
“Kami sudah ekspor ke Thailand. Selain itu, kami juga membawa lurik ke Indonesia Global Halal Fashion dengan menggunakan benang bersertifikat halal,” katanya.
Dalam pengembangan usaha, Tenun Lurik Prasojo juga telah dikukuhkan sebagai holding UMKM. Langkah ini membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pengrajin yang berada di bawah naungan mereka.
Showroom dan pabrik Tenun Lurik Prasojo saat ini berlokasi di Klaten dan berada dalam satu kawasan. Belum ada cabang di daerah lain, namun distribusi dilakukan melalui penjualan langsung dan marketplace digital.
Harga kain lurik produksi Prasojo bervariasi. Produk dijual mulai dari Rp40.000 per meter, dengan pilihan lurik katun, lurik berbahan benang bersertifikat halal, hingga lurik batik. Harga tertinggi mencapai Rp295.000 per meter.
Maharani berharap tenun dapat digunakan lebih luas di Indonesia, baik oleh instansi pemerintah, sekolah, maupun masyarakat umum. Menurutnya, peningkatan pemakaian akan mendorong pertumbuhan seluruh tenun nusantara, bukan hanya lurik.
Tenun Lurik Prasojo sebelumnya juga menerima Penghargaan Upakarti dari Istana Negara pada 2012. Selain itu, usaha ini pernah mendapatkan dukungan pembiayaan dari LPDB Kementerian Koperasi, mengingat sektor usahanya menyerap banyak tenaga kerja.
Saat ini, Tenun Lurik Prasojo mempekerjakan sekitar 250 tenaga kerja dan melibatkan banyak UMKM di luar pabrik. Sejak pandemi, pemasaran digital menjadi fokus baru dan kini berjalan beriringan dengan penjualan offline yang kembali ramai.
