Jakarta – Yayasan Wakaf dan Infak Insan Tauhid Bermanfaat (WI-ITB) terus mendorong penguatan wakaf produktif berbasis kolaborasi alumni dan dunia usaha demi memberi manfaat nyata bagi umat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam peresmian kantor operasional baru di Jakarta yang menjadi pusat sinergi berbagai program sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi.

Hasan Fatoni sebagai salah satu partner investor penggerak yayasan, menekankan bahwa setiap kerja di WI-ITB berlandaskan nilai kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan berorientasi pada keberlanjutan manfaat.

Menurutnya, peran utama yang ia jalankan adalah memastikan dukungan strategis agar seluruh program berjalan untuk kepentingan umat.

“Kalau itu untuk keperluan umat, pasti saya setuju. Dasar utamanya adalah bagaimana kita semua bisa bermanfaat untuk umat sekitar kita,” ujar Hasan, usai peresmian kantor operasional baru di Jakarta PT Inovasi Teknologi Bangsa, Yayasan WI-ITB, & Koperasi Merah Putih Maju Bersama, di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya nilai keberkahan dalam setiap aktivitas yayasan. “Banyak atau sedikit itu bisa jadi tidak cukup kalau tidak ada berkah dari Allah. Keberkahan itu yang kita utamakan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITB (PP IA-ITB) Akhmad Syarbini, menyampaikan bahwa yayasan memiliki visi jangka panjang untuk mencetak para wakif melaluil penguatan kewirausahaan.

“Tujuan kami adalah mencetak para entrepreneur, para pengusaha yang insya Allah ke depan akan berwakaf. Karena itu kami di komunitas alumni ITB sedang bekerja sama untuk menciptakan wakaf produktif yang optimal,” jelas Akhmad Syarbini yang juga selaku Ketua Dewan Pembina WI-ITB.
Ia memaparkan, WI-ITB bersama Ikatan Alumni ITB tengah mengembangkan wakaf produktif berbasis wakaf uang dengan skema lindung nilai. Manfaat dari program tersebut nantinya akan disalurkan untuk mendukung pengembangan Institut Teknologi Bandung, termasuk membangkitkan semangat kewirausahaan di kalangan alumni muda serta fasilitator kolaborasi para alumni ITB.

Selain fokus pada kampus, WI-ITB juga terlibat dalam berbagai program strategis nasional, seperti dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), rencana pembangunan tiga juta rumah, hingga program sumur untuk rakyat serta penyediaan air bersih bagi korban banjir di Sumatera.

“Saat ini, yayasan mendukung IA-ITB Aceh yang telah membangun sekitar 10 unit sarana air bersih di Aceh, kedepan akan di bangun di Sumut dan Sumbar dengan target meningkat menjadi 50 unit”, ujar Doni selaku Ketua Yayasan WI-ITB.

Dalam operasionalnya, WI-ITB didukung ratusan hingga ribuan relawan. “Untuk relawan MBG saja sudah sekitar 250 orang, sementara untuk program lain jumlah relawan bisa mencapai lebih dari 6.000,” ungkap Syarbini.

Ke depan, kantor operasional baru di Jakarta diharapkan menjadi hub kolaborasi alumni ITB dan mitra lintas sektor. Tempat ini juga akan difungsikan sebagai rumah singgah bagi alumni dan pusat aktivitas bersama untuk memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat.

Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan sosial dalam menjalankan misi kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.

By Setyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *